
Game Master Pump It Up Phoenix 2 Competition
/ 8 min read
Table of Contents
Intro
Sepertinya sudah cukup lama Game Master tidak mengadakan kompetisi Pump It Up, apalagi yang berlokasi di Atrium Festival City Link. Pada waktu itu, Game Master cukup sering mengadakan kompetisi disini. Seingatku, terakhir kali Game Master mengadakan kompetisi Pump It Up yaitu pada acara #Bandung2019 di Istana Plaza yang diadakan pada hari Rabu tanggal 1 Mei 2019.
Setelah waktu yang cukup lama, pada akhirnya Game Master kembali mengadakan kompetisi Pump It Up yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 September 2026 yang berlangsung di Atrium Festival City Link.
Jika dilihat kembali, acara yang diadakan sekarang menjadi ajang reuni dan berkumpulnya para Pumper lama dan staff Game Master.
Pada perlombaan kali ini, difokuskan dengan kategori speed saja, yang dibagi menjadi Newbie, Advance, dan Senior. Jika dalam keadaan ramai, maka lomba ini akan menggunakan 2 mesin.
H-1 Perlombaan
Aku sengaja untuk mampir pada H-1 sebelum perlombaan untuk mengecek kondisi pad disana. Aku juga mendengar informasi dari “orang dalam” kalau lomba besok terkonfirmasi menggunakan 2 mesin kabinet TX, yaitu dari cabang Festival City Link (selanjutya disingkat FCL) dan Kings Shopping Center (selanjutnya disebut Kings). Untuk urusan suara, mesin kabinet TX masih menjadi juara hingga saat ini. Namun, masih terdapat sedikit kendala dengan pad disana. Mengingat umur mesin kabinet ini sudah berumur lebih dari 10 tahun yang lalu, ditambah dengan chart model sekarang yang semakin hehehe, jadi ya perlu penyesuaian dan harus dimaintenance lagi sebelum lomba.
Kebetulan, disana sudah ada Bella, Trisna, Iqbal, Endito, dan Jehez. Tak lama, Aldy menyusul tiba disana.
“Eh, ada orang jauh.” Candaku ke Bella.
Kami berencana untuk membantu maintenance mesin pada malam itu, hanya saja sudah terlalu malam. Pada akhirnya kami serahkan kepada pihak Game Master saja untuk melakukan maintenance mesin. “Eh, mau lihat mesin dari Kings ga? Udah disini loh mesinnya.” Ucap Trisna. Selagi menunggu mesin dinyalakan, kami sempat mengobrol dengan staff disana sekaligus mengecek kondisi mesin pindahan dari Kings Sekaligus disable lagu-lagu dari Yassi Pressman. Beruntungnya, mesin pindahan dari Kings sudah berada di FCL dan sudah selesai dimaintenance. Aku, Jehez, Trisna, dan Iqbal sempat mencoba pad dari Kings yang telah dimaintenance, padnya sudah cukup ok. Berarti tinggal pad mesin FCL yang akan dimaintenance setelah jam tutup nanti, sekaligus memindahkan mesin ke Atrium.
Sederhana tapi bikin Veron ngamuk ga tau apakah udah dibalikin lagi atau belum
Setelah jam tutup, aku sempat diajak untuk nongkrong dan makan malam di Dikichi Pasir Koja. Namun aku menolak ajakan mereka karena ingin beristirahat agar bisa menang besok (Spoiler: Menang beneran).
Karena aku tidak ikut, aku diejek Jehez dengan nama typoku “Wah parah INFANH2 ga ikut”
Before The Day Change
Setibanya aku di rumah, Radit seketika bertanya. “Gengs, apakah ada yang belum daftar lomba?” Karena aku belum daftar lomba, dan berniat untuk mendaftar pada hari-H. Aku segera menjawab pertanyaannya. Kemudian, tak lama ia menghubungiku. Berhubung ia berhalangan hadir karena suatu hal, ia kemudian bertanya kepada Epik, apakah pendaftaran peserta bisa dipindahtangankan atau tidak. Kemudian Epik menjawab bisa. Pada akhirnya aku tidak perlu membayar lagi, hanya perlu konfirmasi kepada Elin besok ketika daftar ulang.
Sejujurnya aku tidak enak dengan Radit karena hal ini, tapi ya… Radit mempercayakan hal ini kepadaku, dan menjawab “Udah, santai aja, anggap aja rejeki maneh.”
D-Day
Aku tiba di atrium Festival City Link sekitar pukul 10an. Awalnya aku mau nyubuh, hanya saja ada yang harus dilakukan dulu di rumah sebentar. Setibanya disana, aku mengobrol dan menyapa orang-orang. Acara utama yang kutunggu sih mencubit Kiek.
Sudah lama kami tidak mengobrol dengan staff inti Game Master. Sambil menunggu tim PIUVORIA bersiap-siap untuk membuka loket pendaftaran ulang, kami seketika bernostalgia membicarakan berbagai acara yang telah diselenggarakan oleh Game Master. Mulai dari penyisihan Indonesia Pump Festival hingga yang terakhir #Bandung2019. Aku juga penasaran apakah Game Master masih punya dokumentasi lomba Percussion Master 2008 atau tidak
Pengecekan mesin menjadi hal utama sebelum dimulainya lomba. Sambil dibukanya pendaftaran ulang, diadakan sesi test pad untuk seluruh peserta. Setelah aku mencoba test pad, ternyata masih terdapat beberapa masalah dengan padnya. Maklum, mesinnya sudah berumur juga. Semoga Game Master segera membeli kabinet LX
Singkat cerita, akhirnya acara pun dimulai. Acara dimulai dengan sambutan, foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan random lagu. Apalagi, randoman dari A Ramdan sang MC terkenal dengan “tangan wangi” dan selalu mendapatkan chart yang aneh.
Jumlah peserta pada lomba kali ini yaitu sekitar 73 orang (termasuk 1 orang ada yang ikut 2 kategori) terdiri dari
- Newbie 28 orang
- Advanced 32 orang
- Senior 13 orang
Untuk sistem lomba ini, seluruh skor dari ketiga babak akan digabung. Sementara, untuk babak selanjutnya akan diambil 2/3 dari total peserta.
TL;DR Newbie:
- Penyisihan: Break Out Single 12
- Semi Final: Die Another Day Single 9
- Final: Enjoy The Show Single 10
- Tie Breaker: Final Audition Episode 1 Single 13
TL;DR Advanced:
- Penyisihan: Tales of Pumpnia Single 17
- Semi Final: Legendary Dominion Single 16
- Final: BLAZOR Single 15
Babak Senior
Setelah penantian cukup lama, tibalah waktunya random lagu penyisihan speed senior, dan lagu yang keluar adalah…
Penyisihan: Wedding Crashers Single 21
Aransemen ulang dari lagu klasik “Wedding March” oleh Felix Mendelssohn
Chart ini memerlukan stamina yang kuat dan twist yang cukup menyiksa. Sejujurnya, aku takut dengan bracket hold yang lepas karena pad lama.
Pada babak ini, aku bermain bersama Amir sebuah kehormatan. Seingatku, terakhir bermain bersama ketika lomba dengan Amir ketika penyisihan IPF tahun 2016, dengan lagu 1950 Single 23. Time flies, huh?
Aku sempat sedikit blunder pada saat twist hold di pertengahan lagu dan twist akhir lagu. Namun, aku masih tetap mendapatkan skor 990 ribu dengan grade SSS.
Semi Final: Can I Friend You On Bassbook? lol Single 19
Nee nee kimi, soko no gyan kawa joshi

Untungnya aku sempat mencoba patch update 1.01.0, karena lagu ini baru muncul 3 hari sebelum lomba. Yang aku takutkan sebenarnya ialah lepas atau mendapat miss ketika menginjak bracket hold
Pada babak ini, aku bermain bersama lord Aldycoler
Selain hold bracket, chart ini juga memiliki twist dan stairs yang brutal, serta burst dan gallop di akhir lagu. Aku berhasil mengejar semua dan mendapatkan SSS+, sayangnya aku mendapatkan 1 great dan 1 miss di akhir lagu.
Selingan?
Terdapat selingan di antara babak tertentu (aku lupa detailnya). Dirumorkan akan ada salah satu guest star yang akan mengisi acara ini. Namun, karena padatnya jadwal sang guest star ini, akhirnya sesi wawancara ini dibatalkan dan hanya diisi dengan games. Pada acara games selingan ini, aku mendapatkan voucher top-up saja.
Final: Die Another Day Single 20
Sepertinya, di era Phoenix 2 ini, aku tidak boleh menganggap remeh lagu-lagu K-Pop.
Pada babak final ini, seluruh peserta berdiam diri di panggung serta tidak boleh melihat chart dan menonton peserta sebelum bermain.
Sejujurnya, chart pada lagu ini tidak terlalu susah untuk ukuran single 20. Namun, kembali lagi dengan hold bracket yang mendominasi pada chart ini. Ditambah, aku yang merasa waswas ketika bermain menjadi sedikit blunder. Poinku berbeda sekian ribu dengan Dito.
Setelah aku bermain, aku bergegas ke toilet karena ingin buang air kecil sambil menunggu semua peserta bermain. Ketika di toilet, aku bertemu dengan Hilmi dan berpamitan karena ia harus menghadiri undangan besok.
Break Time
Ketika istirahat, aku sempat harap-harap cemas dengan total skor akhir perlombaan ini. Cuyung sempat menawarkan kami untuk melihat hasil rekap skor yang telah ia buat. Setelah dilihat, (masih belum final) aku mendapatkan juara 2. Sementara hasil rekap yang dikirim oleh Radit aku mendapatkan juara 3.
Karena aku masih belum yakin juga, aku putuskan untuk menunggu hasil final dari panitia saja.
Result
Singkat cerita, tibalah pengumuman hasil lomba ini. Epik selaku MC, memanggil aku, Dito, dan Willie untuk maju ke depan (anggap saja kami tidak mengetahui hasil akhir lomba ini). Setelah itu diumumkan, Dito juara 3, aku juara 2, dan Willie juara 1. Susah memang menghadapi final boss yang kemarin juara 2 APT di Korea Selatan pada bulan Mei lalu.
Sungkem dengan final boss
Penyerahan hadiah
Foto bersama pemenang kategori senior
Foto bersama seluruh pemenang
Yang GPP GPP aja
Kemudian Luthfi menghampiri aku dan berkata “Irfan juara, Irfan juara, DUA!!”. Hal ini merupakan candaan orang-orang lama dari zaman BPU.
Setelah berfoto dan pembagian hadiah, kami sempat berkumpul untuk mengobrol dan unboxing amplop yang diberikan. Kemudian bergegas menuju Game Master untuk menukarkan voucher saldo juara karena masa berlakunya hanya sampai hari ini, sekaligus menukarkan voucher saldo yang didapatkan ketika mendaftar ulang.
Sementara setelah acara selesai, diadakan sesi free game hingga atriumnya dibereskan.
Tim dari PIUVORIA mengajak kami untuk makan malam dan nongkrong di Warung Makan Fernando di daerah Kiaracondong. Aku menolaknya karena aku sudah cukup lelah dan kehabisan energi sosialku. Sambil mengecek barang, ternyata tempat minum milik Jehez tertinggal, jadi aku harus mengamankan barangnya dan mengembalikannya besok.
Setelah benar-benar selesai, Tim PIUVORIA dan beberapa orang lain memutuskan untuk pergi ke Warung Makan Fernando, sementara aku putuskan untuk pulang.
End of the day.
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meramaikan dan mensukseskan acara ini. Selanjutnya, kemana lagi kita?
Footnotes
All watermarked photos is belong to PIUVORIA team:
Jika memiliki pendapat dan komentar soal tulisan ini, kalian bisa sampaikan lewat
halaman kontak
atau tinggalkan jejak di
guestbook.
Kalau kalian menyukai tulisan ini, kalian bisa
trakteer aku kopi ☕
untuk memasak tulisan atau konten selanjutnya.