
GPP x PIUVORIA Goes To PRJ
/ 11 min read
Updated:Table of Contents
Intro
Aku tidak ingat secara pasti kapan terakhir kali aku pergi ke acara Pekan Raya Jakarta/Jakarta Fair. Seingatku, mendekati 20 tahun yang lalu. Aku terakhir kali kesana ketika aku masih SD pada saat libur sekolah yang panjang. Seingatku, kami pergi naik motor rame-rame dan penasaran dengan acara disana. Ya, dalam rangka memeriahkan HUT DKI Jakarta, acara tahunan ini berfokus pada pameran multiproduk yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) sejak tahun 1968. Dulu, kami kesana hanya sekedar jajan, jalan-jalan, dan membeli produk yang terlihat menarik.
Undangan Menuju PRJ
Kami komunitas GPP diundang oleh Pop Ice untuk mengunjungi dan meramaikan booth mereka sambil bercosplay di acara Pekan Raya Jakarta pada hari Sabtu 11 Juli nanti. Alasan kami diundang karena booth mereka menyediakan mesin Pump It Up untuk menarik pengunjung. Kebetulan, kami terpilih karena kami menjadi komunitas yang bisa dibilang paling nyentrik katanya. Untuk akomodasi dan tiket PRJ, Alhamdulillah sudah ditanggung oleh pihak penyelenggara acara.
Sebelumnya, Radit telah melakukan chat personal denganku untuk menanyakan jadwal ketersediaanku pada tanggal yang tertuju. Kebetulan, aku belum pernah cosplay pada tahun 2026. Jadi, ya sekalian saja. Hehe.
Agar adil, diundilah orang-orang untuk diajak dan meramaikan acara. Singkat cerita, terpilihlah Haidar, Angga, Aldo, dan Rijki.
Beberapa waktu setelahnya, tiba-tiba jadwalnya berubah dan dipercepat menjadi tanggal 4 Juli karena permintaan dari pihak penyelenggara.
Beberapa hari sebelumnya, kami melakukan diskusi dan briefing untuk acara kedepannya. Hingga akhirnya mereka juga mengundang beberapa perwakilan dari PIUVORIA untuk meramaikan dan mengkoordinir acara. Serta teknis kegiatan yang akan berlangsung pada hari-H.
Sebelum kami pergi, beberapa pemain PIU juga sempat menghadiri dan datang ke tenant Pop Ice di PRJ.
Aku juga baru ingat, aku harus mengupgrade beberapa perlengkapan cosplay Grunkle Stan-ku. Seperti kacamata, sepatu, dan face paint.
Keberangkatan
Dari Bandung sendiri, rombongan kendaraan untuk keberangkatan terdiri dari 2 mobil. Mobil pertama diisi oleh Aku, Radit, Muti, Veron, Wisnu, Han, dan Angga. Sementara mobil kedua diisi oleh Haidar, Trisna, Aldo, Bintan, dan Rijki. Beberapa orang berangkat terpisah, Aldi dan Jesslyn menggunakan travel, Hielmy berangkat dari Purwakarta menggunakan travel, Endito sudah terlebih dahulu berangkat sejak kemarin, dan Andrea berangkat dari Tangerang menggunakan transportasi umum.
Aku, Angga, Wisnu, dan Han berkumpul di Pom bensin di daerah Pasteur untuk menunggu jemputan dari Radit.
Setelah semua penghuni mobil Radit berkumpul, akhirnya kami berangkat menuju Jakarta. Sebelumnya, kami singgah dulu di Rest Area KM 97 untuk sarapan dan bertemu mobil 2. Beberapa dari mereka sarapan di KFC, sementara aku mampir ke Indomaret untuk membeli susu.
Setelah selesai sarapan, kami melanjutkan perjalananan menuju Jakarta.
Photo by Aldo
Checkpoint 1: Kelapa Gading Area
Kami tiba di Mal Kelapa Gading sekitar pukul 09:30 . Kami sempat menunggu mal buka terlebih dahulu di luar lobby. Sementara Radit memutuskan untuk tidur dan beristirahat di mobil.
Setelah mal buka, akhirnya kami masuk ke dalam mal. Aku, Trisna, Veron, Angga, dan Han memutuskan untuk makan terlebih dahulu di Wingstop dan setoran. Sementara sisanya berpisah dan pergi ke Timezone di La Piazza.
Jauh-jauh ke Jakarta makannya Wingstop lagi
Setelah makan, kami akhirnya bergegas menuju La Piazza. Meskipun agak nyasar dulu dikit. Namun akhirnya kami tiba di Timezone La Piazza. Selagi disana, kami juga menunggu Hielmy, Endito, Aldi, dan Jess.
Selagi menunggu kepastian jadwal acara di PRJ, kami menghabiskan waktu untuk hunting foto di area La Piazza dan melihat LRT berjalan.
Setelah jadwal sudah keluar, akhirnya kami bergegas menuju K-Mall. Kami sebelumnya sempat menunggu beberapa orang membeli barang dulu di supermarket.
Checkpoint 2: K-Mall
Perjalanan dari Kelapa Gading ke K-Mall cukup terhambat karena kondisi trafik menuju JIEXPO sudah mulai ramai dan macet. Belum lagi kondisi jalan raya di Jakarta yang harus muter jauh dulu untuk menuju jalan tertentu.
Setelah melewati kemacetan yang menghadeh, akhirnya kami tiba di K-Mall pada pukul 14:00 . Titik kumpul kedua kami berada di Timezone K-Mall untuk menunggu Andrea dan tim dari PIUVORIA. Disana sudah ada rombongan dari mobil 2, Agit, Elin, dan Hilmi. Kemudian yang lain berpisah untuk makan siang, mengobrol, dan bermain maimai. Michael sudah tiba disana terlebih dahulu, kemudian Epik akan menyusul nanti sore.
Pada akhirnya Andrea dan Kiek tiba di Timezone. Agenda wajib ketika bertemu Kiek adalah mencubit dia. Aku sempat memisahkan diri untuk mengambil beberapa foto, kemudian Kiek memanggilku dan meminta pendapat sekaligus roasting mengenai showcase chart pada PIU Phoenix 2 mendatang.
Karena Aldo lupa membawa Banapass, akhirnya ia memintaku untuk meminjam Banapass. Ya lumayan, hitung-hitung bantu beresin chiho IOSYS.
Photo by Radit
Photo by Aldo
Setelah semuanya selesai dengan urusan masing-masing, akhirnya kami bergegas menuju JIEXPO pada pukul 15:30an .
Main Location: JIEXPO
Lokasi dari K-Mall menuju JIEXPO hanya berjalan beberapa menit saja. Karena aku butuh asupan kopi, aku sempat membeli kopi gerobak dulu di pinggir jalan seharga 10 ribu. Aku hampir tertinggal rombongan, namun aku berhasil menyusulnya. Agar koordinasinya mudah, dipisah proses penukaran tiket mana tim undangan dan tim beli mandiri. Sempat terdapat masalah ketika scan tiket masuk.
Sambil menunggu proses tiket yang bermasalah, Uci mengajak Muti dan aku untuk membeli paket Teh Botol seharga 10 ribu rupiah. Karena aku sempat melihat tulisan kalau beli 2 dapat goodie bag, aku seketika menghampiri Muti dan menambah 1 paket agar totalnya 2 paket dan mendapatkan goodie bag.
Setelah semua berkumpul, kami langsung pergi ke booth Pop Ice. Beberapa dari kami ada yang penasaran dengan mesin PIU disana dan segera mencobanya. Aku ingin mencobanya, namun barang bawaanku yang banyak jadi aku tunda dulu. Yang terpenting, yang bercosplay harus segera bersiap-siap untuk acara nanti.
Kami mendapat kabar dari Epik dan pihak Pop Ice untuk nanti berkumpul dan bersiap-siap pada pukul 17:30 . Karena masih ada waktu, kami sempat berpisah untuk sementara waktu. Beberapa dari kami segera bergegas menuju Hall C1 sesuai rekomendasi dari Andrea. Andrea mengajakku untuk pergi ke booth Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mendapatkan medali.
Untuk mendapatkan medali, syarat utamanya menunjukkan total langkah pada hari ini sebanyak 7500 langkah di smartwatch dan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Terdiri dari tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tensi darah, dan kadar gula. Antriannya sebenarnya tidak terlalu panjang, hanya saja prosesnya lama.
Aku agak ragu karena KTPku bukan KTP Jakarta, namun akhirnya tidak apa-apa.
Photo by Andrea
Pemeriksaan Kesehatan
Sempat terjadi sedikit kekacauan ketika mengantri, ada yang sempat adu mulut karena tidak sengaja menumpahkan minuman mengenai pakaian seseorang. Karena keramaian dan sebuah acara bernama PRJ, tensi darahku naik drastis menjadi 140/80 (Padahal bulan lalu periksa masih normal 120/80). Sementara untuk gula darah, normal di 90.
Sebenarnya antrian cukup lama karena sesi konsultasi kesehatan dan mengisi form. Setelah konsultasi kesehatan, ruangan konseling ternyata kosong. Jadi aku menggunakan kesempatan ini untuk melakukan konseling ke psikolog. Meskipun situasi disana tidak memungkinkan untuk konseling karena berisik, tapi kapan lagi ada konseling gratis.
Hasilnya? Aku harus dirujuk atau melakukan sesi konseling tambahan dengan psikolog lain karena belum terbuka atau tergali sepenuhnya. Ibaratkan seperti gunung es, hanya bagian permukaannya saja, namun belum sempat menggali ke kedalaman laut.
Aku sebenarnya sudah diwanti-wanti agar segera pergi untuk persiapan acara nanti, namun proses konseling masih berlangsung.
Konseling selesai, akhirnya aku mengisi form dan foto bersama dengan petugas untuk penyerahan medali.
Taken by Andrea
Setelah selesai urusanku dengan Dinas Kesehatan dan mendapatkan medali, akhirnya kami bergegas menuju salah satu ruangan di Hall B2 untuk persiapan acara.
Main Event: Booth Pop Ice
Kami tiba di staff room Hall B2 untuk persiapan cosplay. Aku melakukan basic makeup dengan seadanya karena dikejar oleh waktu. Masih sekitar 50% progres persiapan, aku putuskan untuk makan malam terlebih dahulu.
Selagi makan, dilakukan pengundian siapa saja yang akan bermain untuk bertanding pada sebuah challenge yang diberikan oleh tim PIUVORIA dan pihak Pop Ice. Setelah diskusi, kami memutuskan untuk bermain Co-Op dan dibagi menjadi beberapa pasangan.
Kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan cosplay. Aku sempat meminta tolong Jess untuk membantuku mempersiapkan kostum dan makeup. Dengan persiapan yang mepet, akhirnya kami selesai persiapan dan berangkat menuju booth Pop Ice.
Setibanya di booth Pop Ice, suasana disana sudah mulai ramai. Suhu Jakarta yang panas, banyaknya orang, kostum jas dan fez merupakan “kombinasi yang sempurna” untuk memproduksi keringat dan sumber berkurangnya hidrasi. Mana aku lupa membawa minum lagi, hadeh.
Oh iya, disana juga sedang ada wartawan yang melakukan tapping meliput kegiatan di booth dari stasiun Metro TV.
Acara dibuka oleh salah satu MC dari pihak Pop Ice. Sejujurnya, pembawaan MC selama acara sangat menghibur dan membuat suasana disana menjadi lebih heboh.
Acara dimulai dengan memainkan lagu Bad Apple Fullsong dan Tribe Attacker CO-OP. Ya, menjadi kegiatan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan antusias pengunjung. Kami sempat bercanda dan iseng menyanyikan lagu Balonku dengan backsound lagu Bad Apple. Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
Photo by Radit
Setelah selesai show-off, acara dilanjutkan dengan kompetisi. Terdapat perubahan sistem lomba secara tiba-tiba. Pada akhirnya, kami dipertandingkan untuk bermain chart single satu per satu.
Aku sempat mendengar testimoni dari pemain lain seperti Rifka dan lainnya, kalau pad disini merupakan pad pabrik yang masih fresh sehingga harus menggunakan tenaga ekstra untuk menginjak pad. Apalagi kalau harus berhadapan dengan chart bracket dan hold bracket.
Kompetisi pun dimulai, dan lagu yang dipilih oleh MC ialah…
Yo Say Fairy Single 20
Tanpa basa-basi, aku bermain dengan Hielmy pada urutan pertama. Karena pad pabrik, aku harus menggunakan tenaga ekstra untuk menginjak pad. Masih PTSD dengan Hi-Bi D22 dan Galaxy Collapse D25 pada acara PIUVORIA Season 2. Tentu saja, hold bracket di akhir pun lepas tidak terinput. Aku masih mendapatkan S, namun retak.
Photo by Radit
Photo by Pragitya
Setelah bermain, aku merasakan lelah yang luar biasa. Aku segera membutuhkan air minum dan kipas supaya tidak tumbang.
Semua peserta tidak ada yang lolos mendapatkan grade warna karena pad pabrik.
Hal unik terjadi ketika Veron bermain dengan Muti anak SD. Sang MC melakukan dare, jika Muti menang, maka MC akan melakukan koprol.
Benar saja, Muti mendapatkan skor lebih tinggi dibandingkan Veron. Ketika bermain, Veron sempat berhenti dan menyemangati Muti agar MC melakukan koprol. Akhirnya, kami memberikan ruang untuk MC melakukan koprol.
Hardkore of the North Single 22
Diambil 4 orang untuk babak final. Ada Aku, Hilmi, Muti, dan Han. Sebelum terpilihnya lagu ini, dilakukan random pemilihan lagu oleh MC. Semua orang disana bersorak berteriak “Busuk, busuk” dan berharap lagu yang keluar lagu yang susah. Aku dan Hilmi mengatur opsi terlebih dahulu dan akhirnya terpilih lagu Hardkore of the North S22.
Photo by Radit
Ya, keadaan pad kiri jauh lebih buruk dibandingkan pad kanan. Aku beberapa kali lepas combo pada bagian tertentu. Aku harus menghemat stamina dengan manual beberapa bagian. Namun aku berhasil menyalip ketika bagian run belakang sambil mengejar sepenuhnya, meskipun banyak lepas di hold bracket terakhir.
Beruntungnya, skorku masih lebih tinggi dibandingkan Hilmi.
Aku berhasil memenangkan juara pertama pada kompetisi kecil ini. Dilanjut juara kedua Hilmi, dan Muti mendapatkan juara ketiga. Sementara Wisnu berhasil memenangkan penghargaan best costume.
Acara ditutup dengan pemberian hadiah dan foto bersama. Para pemenang sempat ditarik oleh pihak Pop Ice untuk mengisi data diri dan menunjukkan KTP. Aku bahkan tidak sempat untuk foto sendiri memegang banner juara 1. Kalau dipikir sempat sih, tapi dari pihak Pop Ice. Aku mau fotonya
Photo by Pragitya
Istirahat dan Persiapan Pulang
Setelah acara selesai, kami segera kembali ke tempat istirahat di staff room area Hall B2. Kami beristirahat sebentar, dilanjutkan dengan berfoto bersama. Sebelum benar-benar selesai, aku meminta Radit untuk mengambil beberapa foto di area luar.
Photo by Radit
Sejujurnya aku ga terlalu pede untuk berfoto
Setelah berfoto, kami segera berkemas dan mengganti pakaian menjadi setelan pabrik. Karena durasi penggunaan ruangan yang mepet, aku belum sempat menghapus makeup, sehingga aku meminjam masker ke Aldi. Belum lagi, kaki Han sempat cedera mengalami keram.
Kami diberi suvenir dan kupon minuman Pop Ice. Sebelum meninggalkan PRJ, kami kembali ke booth Pop Ice untuk menukarkan kupon minuman.
Setelah menukarkan minuman, kami berkumpul dan berpamitan. Rombongan mobil 1 kembali pulang ke Bandung, sementara mobil 2 akan pindah ke CPCM Cartenz. Terdapat pergantian pemain pada mobil 1, karena Rijki sedang tidak dalam kondisi fit, ia pindah ke mobil 1, sementara Muti pindah ke mobil 2 karena ingin pergi ke CPCM.
Aku sebenarnya ingin kesana, hanya saja Radit ada urusan besok jadi kami harus pergi duluan. Yah, mungkin lain hari.
Selagi menunggu Angga yang harus membeli sesuatu, kami kembali ke K-Mall untuk beberapa hal. Aku segera membersihkan makeup dan pergi ke toilet untuk buang air kecil. Aku juga harus pergi ke Guardian untuk membeli beberapa barang.
Setelah semua berkumpul, kami segera pergi ke parkiran dan bersiap untuk pulang. Namun, terdapat masalah lagi. Kaki Han tiba-tiba keram lagi, sehingga kami harus membantunya. Beruntung aku masih memiliki sisa Hot in cream di tas kecilku. Kami berangkat dari K-Mall menuju Bandung pada pukul 21:30 .
Selama perjalanan, aku tidak tidur dan memutuskan untuk menemani Radit mengobrol agar tidak kesepian pada saat menyetir mobil. Apalagi, menyetir pada malam hari membutuhkan fokus yang tinggi. Belum lagi macet di daerah Karawang karena perbaikan jalan.
Kami tiba di Bandung pada pukul 00:30 . Setelah beberapa orang turun di Pasteur, aku tiba di pemberhentianku sekitar jam 1 kurang.
Meskipun singkat dan melelahkan, tapi hari itu menjadi pengalaman yang luar biasa. Mungkin beberapa penghuni Bandung sepertinya kapok setelah dari PRJ
Aku mau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu melancarkan rangkaian acara pada hari itu.
Kemana kita selanjutnya?
Jika memiliki pendapat dan komentar soal tulisan ini, kalian bisa sampaikan lewat
halaman kontak
atau tinggalkan jejak di
guestbook.
Kalau kalian menyukai tulisan ini, kalian bisa
trakteer aku kopi ☕
untuk memasak tulisan atau konten selanjutnya.