
PIU Happy Time Competition 2022
/ 10 min read
Table of Contents
Intro
Mengingat wabah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung 2 tahun lebih di Indonesia dan mulai memasuki masa endemi, lambat laun sistem PSBB sudah semakin longgar. Berbagai acara sudah mulai kembali diadakan. Salah satunya kompetisi Pump It Up yang diselenggarakan oleh Happy Time. Yaa… Setelah Happy Time di Bandung mendapatkan kembali mesin Pump It Up pada akhir 2021 karena ditarik dan dipindah ke Ungaran pada tahun 2020.
Happy Time Pump It Up Competition diselenggarakan pada tahun 2022. Untuk babak penyisihan diadakan di 7 cabang Happy Time. Diantaranya Semarang, Sidoarjo, Solo, Surabaya, Bandung, Purwokerto, dan Tegal. Setiap cabang akan dipilih satu orang pemenang untuk kembali ditandingkan pada babak final di Semarang.
Teknis lomba dimulai dengan biaya pendaftaran sebesar 50 ribu Rupiah dengan maksimal H-1 sebelum lomba (masih dipertimbangkan apakah ada OTS atau tidak, ternyata ada.), menggunakan sepatu, dan dimulai dengan single level 11. Semua peserta digabung dan hanya ada satu kategori saja. Tidak ada pemisahan antara speed male dan speed female
Pada awalnya, aku berencana untuk tidak ikut kompetisi ini. Aku berpikir untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang baru agar bisa ikut lomba dan menang. Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Karena orang-orang di luar kota didominasi oleh orang-orang jago, akhirnya aku ikut turun gunung mengikuti perlombaan.
Babak Penyisihan
Untuk babak penyisihan di Bandung diadakan pada tanggal 16 Oktober 2022. Perlombaan diadakan di Happy Time Sumbersari Junction. Jika dilihat kembali, penyisihan di Bandung menjadi penyisihan tersulit karena menjadi peserta terbanyak.
Kalau tidak salah, orang pusat Happy Time dari Semarang juga menghadiri kompetisi ini. Sebelum mulai, kami diberitahu perihal hadiah dan fasilitas yang didapatkan ketika pertandingan Final di Semarang nanti. Mulai dari tiket pulang pergi kereta eksekutif, penginapan hotel bintang 3, dan makan malam ketika technical meeting.
Meskipun perlombaan ini diadakan untuk kategori intermediate, pertandingan ini menjadi sangat ketat karena berujung perang akurasi. Jangankan miss, 1 atau 2 great saja bisa berpengaruh.
Uhh… Sejujurnya, hal yang tidak kusuka setiap Happy Time mengadakan lomba ialah penggunaan dekorasi yang… bisa dibilang cukup berlebihan. Aku pribadi yang memiliki riwayat globophobia sehingga kurang nyaman jika dekat dengan banyak balon di area mesin Pump. Apalagi balon disana terlihat tipis
Waltz of Doge S11
Penyisihan pertama dimulai dengan lagu Waltz of Doge Single 11. Diambil 8 besar untuk babak selanjutnya, meskipun sedikit mudah, namun bagian drill dan run bagian belakang rentan terdistraksi karena bagian ini dibuat 1/16, sementara lagunya berketukan 1/24.
Sempat terjadi draw pada babak ini, memperebutkan posisi 8 antara Pio dan Steven. Steven berhasil mengamankan posisi 8 besar, kalau tidak salah ada 2 lagu yang dimainkan. Salah satunya Street Show Down S12.
Donatello S13
Penyisihan kedua terpilih lagu Donatello Single 13. Sedikit sulit untuk ukuran level 13, agak gugup, namun gapapa. Aku masih bisa mengamankan posisi untuk 3 besar. Singkat cerita, aku, Emi, dan Aldo akan memperebutkan juara 1 nanti.
Lala S15
Meskipun lagu ini tergolong mudah untuk level 15 karena banyak hold dan dominan jump, namun tetap saja rasa nervous ini menghantuiku selama permainan. Dan benar saja, final babak pertama terjadi draw karena kami bertiga mendapatkan SSS atau all perfect
Telling Fortune Flower S17
Setelah draw, akhirnya pecah telor juga. Lagu yang terpilih ialah Telling Fortune Flower level 17. Cukup sulit untuk ukuran 17, apalagi burst di akhir yang rentan tidak terinjak. Beruntung, aku masih mendapatkan full combo.
Iya, badanku masih gendut pada tahun ini, jadi diam kalian.
Persiapan & Keberangkatan
Kebetulan, lomba ini merupakan lomba pertamaku yang kuikuti di luar kota Bandung. Ditambah bonus fasilitas dan akomodasi dari pihak Mitra Games Indo.
Sebelum keberangkatan, aku menyempatkan diri untuk mampir ke Happy Time Bandung dulu untuk sedikit latihan, karena aku sedang dalam masa internship, aku meminta ijin untuk WFH dengan alasan mau pergi ke Semarang padahal ke Semarangnya malam.
Cuaca pada saat itu kurang mendukung, kalau tidak salah sempat hujan sebelum pergi ke Stasiun Bandung.
Singkat cerita, setelah tiba di stasiun Bandung, aku ditemani oleh Emi dan Desmond dan berangkat dengan kereta yang sama.
Semarang Day 1
Kami tiba di Semarang sekitar pukul setengah 4 pagi. Karena tidak ada tujuan, jadi kami putuskan untuk memesan grab dan pergi sarapan di McDonalds sambil menunggu Hilmi datang.
Setelah sarapan, karena bingung, akhirnya kaki pergi menuju Alun-Alun Semarang untuk jalan-jalan dan nongki, kami juga sempat melewati Lawang Sewu. Aku sempat lupa, kami sempat berpisah sebentar karena sepatu Desmond harus diperbaiki. Ya hitung-hitung sambil menunggu Paragon City Mall (sekarang Pollux Mall Paragon) buka.
Singkat cerita, kami tiba di Paragon City Mall dan bertemu dengan Syahreza. Kemudian keadaan disana makin lama makin ramai. Sambil menunggu waktu check-in hotel tiba, Aku sempat bermain beberapa kredit untuk latihan dan mengobrol. Aku sejujurnya tidak sabar untuk check-in di hotel karena ingin beristirahat. Karena aku sudah mulai lelah, aku putuskan untuk pergi ke hotel Dalu untuk check-in. Seharusnya aku berada di kamar bersama Ignan, namun aku sekarang sendirian karena menunggu Ignan masih ada urusan lain.
Tak lama, Resky mengedor pintu dan masuk ke kamarku untuk iseng-isengan. Hadeh.
Baru istirahat sebentar, kami dipanggil untuk melakukan makan malam dan technical meeting di restoran Tandhok.
Entah kenapa Resky memintaku untuk ambil foto seperti ini.
Setelah semua berkumpul, kami memesan makanan dan dilanjutkan dengan technical meeting.
Untuk tech meet kali ini penentuan mekanisme lomba dan jadwal untuk besok. Hasilnya, dalam lomba kali ini terdiri 3 babak penyisihan.
- Babak 1, dari 7 orang diambil 4 orang. Memainkan single 17
- Babak 2, dari 4 orang diambil 3 orang. Memainkan single 19
- Babak 3, penentuan 3 besar. Memainkan single 20
Credit to Mitragames Indo
Sejujurnya, aku masih tidak enak dengan Rifka semenjak terjadinya sebuah insiden. I don’t want to talk about this. Ini merupakan pertemuan pertama kami sejak tengah tahun 2020. Kemudian Rifka memecahkan lamunanku dengan berkata “Santai aja toh Mas Irfan, jangan jaim gitu. Kaya yang belum pernah ketemu aja”. Ya, sejak ucapan itu, aku menjadi lebih luwes dan menanggapinya dengan baik.
Setelah makan malam, kami pun kembali bergegas ke Paragon City Mall karena beberapa peserta ingin latihan lagi sebelum lomba besok. Namun, aku kaget karena antrian dan suasana di Happy Time Paragon masih sangat ramai. Aku memutuskan untuk tidak latihan lagi. Aku sendiri sejujurnya sudah lelah dan misuh-misuh ingin tidur.
Namun, takdir berkata lain. Kami diajak untuk makan malam (lagi) dan nongkrong di Nasgor Serbu
Diambil tahun 2022.
Di dalam hatiku dalam beberapa jam terakhir adalah “GW PENGEN ISTIRAHAT TIDUR JIR, HABIS KERETAAN DARI PAGI BELUM TIDUR AAAA”. Namun obrolan dan tongkrongan pun sampai sekitar pukul 23.30an. Karena aku sendiri menjadi tamu, jadi aku mau tidak mau mengikuti agenda yang sudah direncanakan anak-anak sini.
Apakah ketika sampai hotel masalah sudah selesai? TENTU SAJA TIDAK. Entah kenapa pintu kamarku tidak bisa dibuka. Aku menanyakan kepada staff hotel, dan diarahkan untuk pindah kamar. Setelah pindah kamar, AKHIRNYA AKU BISA ISTIRAHAT DAN TIDUR.
Semarang Day 2
Sejujurnya istirahatku belum sepenuhnya tuntas. Rasanya masih ingin berdiam diri di kasur dan lanjut tidur. Namun aktifitas harus tetap berjalan.
Kami pun lanjut untuk sarapan di hotel dan small talk.
Credit to Hielmy
Credit to Hielmy
Lihatlah muka yang masih pada lelah ini…
Setelah sarapan kami pun bersiap dan bergegas menuju lokasi lomba di Central City Mall. Sayangnya pada saat itu Resky sedang tumbang, jadi sebelum lomba harus dibantu diobati terlebih dulu sama yang lain.
Aku suka layout dekorasi lomba ini. Kalau tidak salah terdapat banner gambar panah dan gambar Erland, maskot elang dari Happy Time. Beruntungnya tidak ada balon satu pun pada lokasi acara disini.
Sementara di sisi lain, Rifka dan beberapa peserta lain membongkar, maintenance, dan test pad. Rifka tak segan-segan beberapa kali menyuruhku untuk test pad.
Emi juga sempat menghampiriku dan berkata “Aku mau kamu bawa pulang salah satu barang yang ada disana.” Sambil menunjuk ke arah piala.
Singkat cerita, perlombaan pun dimulai. Meskipun cuaca di luar sedang hujan deras. Acara dimulai dengan foto bersama dengan seluruh peserta, sekaligus pembagian AM.Pass untuk seluruh peserta.
Credit to Mitra Games Indo
Aku sudah berfirasat untuk lomba kali ini keluar lagu jelek. Skenario terburuknya, lagu jadul level 17 dengan chart yang aneh.
Dan lagu pertama yang keluar adalah…
Vook S17
“Siapa kemarin yang mencet tombol jir?” Mana dapetnya jelek banget. Ya sudahlah, mau gimana lagi. Dari sekian banyak chart level 17, kenapa harus Vook?
Aku hampir tidak lolos penyisihan karena banyak hold yang lepas sebelum jack yang diiringi dengan slowdown
Credit to Nevsister
Belum lagi suara teriakan Pandu yang membuatku kaget dan konsentrasiku pecah. Namun aku masih selamat dan lolos menuju babak 4 besar. “Akan kubalas nanti di babak 4 besar.” Gumamku. Mengingat era PIU XX masih menggunakan money score dalam penilaian, jadi jumlah combo sangat berpengaruh.
Repentance S19
Lumayan tricky untuk level 19 dimana bagian broken bracket rentan mendapatkan great dan good. Aku sempat mendengar ada yang ngomong “Wih, Irfan ngamuk jir.” Aku sebenarnya agak waswas juga ketika bermain. Namun pada akhirnya aku lolos menuju babak 3 besar. Babak 3 besar ini terdiri aku, Resky, dan Jevon.
Super Fantasy S20
Pinggang sehat dan kuat. Salah satu chart mission yang dibawa ke arcade. Chartnya seru, namun rentan kaget di bagian gimmicknya. Benar saja, aku mendapatkan bad pada bagian gimmick. Aku mendapatkan S grade dengan no miss. Sementara Resky mendapatkan A grade dengan akumulasi combo lebih banyak.
Sempat ada kesalahpahaman antara panitia perihal ini, sampai Syahreza turun tangan untuk mengklarifikasi skor yang didapatkan.
Pada akhirnya aku harus mendapatkan runner-up pada lomba kali ini. Ya, setidaknya tidak pulang dengan tangan kosong.
Setelah perlombaan berlangsung, diadakan juga kuis dan mini game untuk penonton yang meramaikan acara ini. Tidak lupa juga Beka membuat konten “Bermain Pump It Up Edisi Satu Mall” dengan bermain Tribe Attacker Co-Op. Karena konten ini, aku ketika internship sempat disinggung dengan video ini “Oh, kemarin ke Semarang ada acara ini?” “Iya, hehe.”
Belum lagi tetanggaku yang ikut menanyakan hal ini, tak lupa juga anggota keluarga yang menanyakan hal serupa. Uhh… Terkadang algoritma bekerja dengan cara yang tak terduga. Smh.
Singkat cerita, akhirnya pembagian hadiah dan foto bersama.
Credit to Milen
Credit to Zidan
Credit to Kazu
Setelah acara selesai kami pun berbincang sebentar dengan yang lain, mungkin beberapa orang yang kutemui pamitan untuk pulang karena jadwal kendaraan yang mepet.
Mungkin, pada acara kali ini merupakan acara pertama yang banyak dihadiri oleh anggota Discord Nyoters Rhythm Squad yang tidak langsung menjadi ajang kumpul offline.
Aku sempat duduk sebentar dan nongkrong di foodcourt untuk menikmati makan berupa nasi box. Dilanjutkan untuk memesan grab mobil ke Paragon City Mall sambil menunggu jadwal kereta.
Pada saat itu cuaca di Semarang memang lagi kurang bersahabat, sehingga kami harus memutar jalan karena banjir.
Aku sempat beristirahat sebentar, dan dilanjutkan untuk makan malam disana. Tidak ada yang menarik setelah perlombaan karena orang-orang sudah berpencar dan semakin sedikit. Aku dan Emi harus berpisah dengan Desmond, karena ia akan pergi ke rumah Neneknya terlebih dahulu.
Akhirnya kami pun pergi dari Paragon City Mall dan segera bergegas menuju Stasiun Semarang Tawang. Tak lupa, kami sempat berfoto dengan rombongan lain ke arah Jawa Timur sebelum memasuki kereta.
Thank you Semarang!
End of the day
Aku mau berterimakasih kepada pihak Mitra Games Indonesia yang sudah melaksanakan dan mengakomodasi selama berjalannya acara. Tak lupa kepada seluruh teman-teman yang bertemu dan berkumpul bersama. Sebenarnya masih ada dokumentasi lain yang tersedia, hanya saja sudah hilang meskipun aku sudah mencarinya kemana-mana.
Yeah, time flies so fast. Rasanya baru kemarin deh.
Bonus foto Pandu yang telah berhasil menggapai cita-citanya menjadi Masinis.