
Kita Rehat Sejenak
/ 2 min read
Updated:Beberapa waktu lalu, aku memang berencana untuk mengambil istirahat (lagi) dari sosial media. Aku mungkin akan memulainya pada awal September nanti, rencananya kira-kira selama sebulan penuh.
Aku dari masa depan:
Hahaha cuma satu minggu karena beberapa hal lmaoAku tidak menghindari seseorang, atau tidak ada masalah dengan siapapun. Aku hanya ingin istirahat dari sosial media untuk mengambil alih fokus dan menggunakan waktu yang semestinya, dibandingkan dengan doomscrolling membaca berita negatif dan mendapatkan asupan dopamin instan.
Ditambah, beberapa waktu ini media memang sedang gencar-gencarnya ragebaiting demi mendapatkan engagement. Belum lagi, akun besar yang tujuannya untuk memberikan edukasi dan tips seputar produktivitas, pengembangan diri, dan membantu untuk mendapatkan pekerjaan malah sering memberikan konten yang bersifat fear-mongering atau menakut-nakuti pengikutnya agar kelas dan produknya laku.
Kemarin malam, Ventus memintaku untuk membantu tag beberapa temanku di-story Instagram. Aku ingin tag Deri, namun Instagramnya tidak ada. Aku sempat bertanya personal kepada Muti, kemudian ia menjawab kalau Deri sedang menghapus akun Instagram pribadinya.
Ya, dalam beberapa minggu terakhir teman-temanku sedang berkunjung ke Bandung untuk liburan. Mulai dari Elin, Agit dan Richard, dilanjut minggu selanjutnya Martin dan Hana, minggu lalu ada Ventus, belum nanti minggu ini akan ada kompetisi Pump It Up di Bandung 2 hari berturut-turut.
Setelah melihat Deri, aku kemudian jadi tertarik untuk menonaktifkan akun sosmed META-ku (Facebook dan Instagram) untuk sementara waktu.
Pada akhirnya, tadi pagi aku putuskan untuk menonaktifkan akun sosial mediaku. Tentu saja META melakukan berbagai cara agar aku tidak menonaktifkan akunku. Mulai dari kalimat “kamu akan kehilangan [data statistik akun]” hingga “kami menyarankan untuk log-out dibandingkan deaktivasi akun”. Akhirnya, aku mantapkan untuk deaktivasi akunku. Dimulai dari Instagram, disusul dengan Facebook.
Lagipula, dalam waktu dekat, teman-temanku juga tidak akan sadar juga. Kegiatan sosial media juga tidak akan berubah tanpa kehadiranku.
1 Week Later
Setelah kompetisi selesai, akhirnya aku putuskan untuk kembali mengaktifkan sosial mediaku.
“Memang sampai se-ngedrain itu kah dengan sosial media?” Kiek memulai pembicaraan dengan pertanyaan itu.
Aku sempat membahas beberapa hal dengan Kiek, yang berujung aku kembali mengaktifkan sosial media. Aku tidak dalam pengaruh Kiek, namun intinya aku bisa melihat sosial media dengan sisi yang berbeda. Mungkin aku akan membahasnya di post lain
Jika memiliki pendapat dan komentar soal tulisan ini, kalian bisa sampaikan lewat
halaman kontak
atau tinggalkan jejak di
guestbook.
Kalau kalian menyukai tulisan ini, kalian bisa
trakteer aku kopi ☕
untuk memasak tulisan atau konten selanjutnya.