skip to content
🏡 Gubuk Irushia

Thumbnail pict is belong to PIUVORIA

Idk how to write it…

Sejujurnya, aku sama sekali tidak berniat untuk datang ke acara ini karena terkendala biaya.

Satu hari sebelum keberangkatan, aku sempat berbincang dengan member Nyoters Rhythm Squad. Aku sempat berpikir untuk tidak akan ikut ke acara Launching Pump It Up Phoenix. Kemudian Richard sempat menawariku bantuan berupa tiket bis untuk pulang, namun aku balas, liat gimana besok apakah aku jadi berangkat atau tidak.

Kemudian, tiba hari Sabtu pada pukul 4 pagi, 2 jam sebelum keberangkatan…

Aku sangat mempertimbangkan apakah aku akan pergi atau tidak. Ngapain kesana juga? Lagipula aku tidak ikut lomba juga. Namun akhirnya aku memutuskan untuk segera memesan tiket bis melalui HP-ku.

Akhirnya aku bergegas untuk pergi menggunakan bis dari Daytrans Pasteur karena harganya murah. Yang penting aku bisa berangkat dulu, pulangnya gimana nanti.

Aku juga ingat, aku sempat berantem dengan orang rumah sebelum pergi ke acara ini.

Oh iya, acara ini diadakan pada tanggal 23 Juli 2023. Berlokasi di Atrium Lippo Mal Puri. Untuk meramaikan acara, diadakan perlombaan juga. Kategori Free for All, Speed, dan Freestyle. Pendaftaran lomba ini bisa dibilang sangat terbatas, sehingga pendaftaran harus ditutup satu atau dua hari setelah dibuka.


Singkat cerita, ketika tiba di shuttle, posisi tempat duduk kami berdekatan dan satu baris dengan Emi dan Aan. Ya, sangat kebetulan sekali. Kendaraan yang kami tempuh juga lumayan cepat juga, kurang lebih jam 8 lewat, bis kami sudah sampai di Lippo Mal Puri.

Tidak lama setelah sampai, akhirnya kami untuk sarapan atau hanya menunggu mal buka di McDonalds Puri. Kemudian, beberapa orang menghampiri kami, seperti Epik, Rifka, dan Asdom. Aan juga harus pergi untuk bantu-bantu panitia disana.

Aku sebenarnya tidak memiliki tujuan untuk datang ke acara ini, paling tidak, aku hanya ingin meramaikan dan bertemu sekaligus silaturahmi dengan para pumpers yang sudah lama tidak kutemui. Hingga akhirnya, acara ini menjadi ajang reuni pumpers.

Aku sempat jalan-jalan berkeliling Lippo Mal Puri, sekaligus untuk menemani Emi latihan freestyle di Element. Tidak lupa, untuk menyapa beberapa orang yang ku kenal di sana.

Acara dimulai dengan foto bersama dengan seluruh peserta, dilanjutkan babak penyisihan kategori FFA, dengan lagu The Reverie Single 11. Setelah selesai, kemudian dilanjutkan babak penyisihan kategori Speed dengan lagu Rave Till The Earth’s End Single 19.


Babak penyisihan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi kuis berhadiah, menanyakan siapa orang yang paling jauh yang datang ke acara ini. Tentu saja aku kalah telak dengan Lucas, secara dia datang langsung dari Amerika untuk menghadiri acara ini.

Kuis kedua dimulai, MC (Epik) meminta male untuk maju ke depan. Ternyata ada 3 orang, aku, Emi, dan lupa siapa satu orang lagi. Bahkan Emi sampai terjatuh. Kemudian Epik meminta kami bertiga untuk gambreng. Beruntung, aku yang menang gambreng.

Selanjutnya, Epik meminta bukan peserta untuk maju ke depan, akhirnya Ayessa yang maju ke depan. Beruntung, kami tidak harus melakukan hal aneh oleh Epik terlebih dahulu sebelum mendapat hadiah poster. Hehe, ez win.

Sebelum presentasi dari IST dan Andamiro dilakukan, aku sempat melihat Daniel, Macnom, dan EXC tiba. Aku dari jauh berbicara dengan temanku (lupa dengan siapa) dan mengatakan “OH, JADI ITU YANG NAMANYA EXC.” Rasanya aku ingin baku hantam dan memukulnya karena membuatku menderita bergelut dengan broken stairs pada lagu Sarabande D21 hanya untuk mendapatkan title Run Lv. 7 pada era XX.

Poster Phoenix

Setelah acara kuis selingan selesai, acara dilanjutkan dengan presentasi dari tim Indonesia Supporter Team dan Perwakilan dari Andamiro. Kemudian diakhiri dengan showcase teaser versi 1.02.0 dan chart Kugutsu single 18 yang dimainkan oleh Rifka dan EXC. Aku sempat merekam showcase chart Kugutsu single 18 untuk keperluan pribadi. Namun akhirnya aku upload setelah patch keluar.

Presentasi Tim Andamiro Dari Kiri: Daniel, Macnom, dan EXC.

Setelah presentasi dan showcase, terdapat satu kuis selingan untuk menebak artist yang membuat lagu di versi 1.03.0. Tak lama setelah itu, acara diistirahatkan sementara waktu untuk persiapan babak freestyle.


Selama istirahat, terdapat selingan bagi pengunjung yang ingin mencoba PIU Phoenix. Aku saat itu sedang pergi ke Gramedia untuk membeli spidol permanen. Untuk apa? Untuk meminta komposer dan tim Andamiro menandatangani poster yang aku dapatkan.

Oh iya, pada waktu istirahat akhirnya aku bertemu dengan Richard. Ia datang menghampiriku dan memintaku agar segera memesan tiket kendaraan untuk pulang. Akhirnya, aku memesan tiket bis Daytrans dan menggunakan bis untuk besok jam setengah 9 pagi, dan memproses pembayaran tiket olehnya.

Aku sempat bertemu Mamat dan sekalian mengajak dia untuk keluar membeli makanan di luar mal. Ya, makanan yang murah aja sih. Palingan beli ayam goreng tepung dan nasi seharga kurang dari 20 ribu. Sekalian aku makan nanti di venue.


Istirahat selesai, acara dilanjutkan dengan foto bersama peserta freestyle, kemudian dilanjutkan dengan babak freestyle.

Setelah babak freestyle, acara dilanjutkan dengan babak final FFA dan speed. Untuk final FFA memainkan lagu BOCA single 14. Sementara final speed memainkan lagu Amor Fati double 23.

Kami sempat melihat EXC yang terlihat senang setelah terpilihnya lagu Amor Fati double 23. Padahal aku sendiri berharap lagu Etude Op. 10 No. 4 double 25 keluar. Namun, dengan pad pabrik, Amor Fati lebih menarik.


Setelah semua kategori selesai, sambil menunggu pembagian hadiah, diadakan kembali beberapa sesi kuis. Kali ini menebak jumlah lagu K-Pop yang ada di Phoenix versi 1.00. Aku sebenarnya tahu, hanya saja ragu untuk maju karena sebelumnya aku sudah mendapatkan poster. Namun, Luthfi memilihku dan menyuruhku untuk maju, yasudahlah. Hehehe.

Dipilih 4 orang untuk mendapatkan hadiah dan mencoba bermain PIU Phoenix. Kebetulan kami berempat memainkan lagu Acquire S17. Menang atau tidak, yang penting kami berempat dapet poster (lagi). Yang kemudian poster kedua yang kudapatkan aku hadiahkan kepada Pio.

Acara utama ditutup dengan pembagian hadiah untuk seluruh peserta dan pemenang yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sebelum acara utama benar-benar selesai, tim PIUVORIA berencana untuk membuat konten bermain lagu Bad Apple Fullsong Co-Op X4.


Acara utama selesai, diadakan sesi freeplay untuk seluruh pengunjung. Aku kebetulan dapat antrian pertama setelah Desmond meminta untuk mengisi daftar antrian. Aku dengan iseng ngide memainkan Etude Op.10 No.4 S22 dengan badan yang belum panas dan pad pabrik. Alhasil kewalahan, hadeh.

Login Phoenix

Aku menyempatkan diri untuk foto bersama dengan yang lain. Selain diajak foto, aku ingin berfoto dengan orang dari Andamiro. Diantaranya Macnom dan EXC. Selain itu, aku terlebih dahulu menghampiri para komposer Indonesia seperti Aan, Jehezukiel, dan Agam untuk menandatangani posterku.

Sejujurnya, aku gugup ketika berfoto dengan orang-orang dari Andamiro. Terutama Bahasa Inggrisku belum terlalu bagus juga kalau untuk conversation. Aku mengawali untuk berfoto dengan EXC terlebih dahulu.

Fotbar EXC

Dilanjutkan dengan foto bersama Macnom. Sebelum berfoto, Macnom memintaku untuk membuka poster PIU Phoenix dan berfoto sambil memegang poster.

Fotbar Macnom

Sesi foto bersama lainnya

Fotbar GPP Selfie Jehez Fotbar rame-rame

Setelah acara benar-benar selesai, terdapat postcard tersisa, aku lupa minta ke siapa, antara Epik atau Luthfi.

Postcard Phoenix

Karena aku bingung dan waktu sudah malam juga, salah satu anggota PIUVORIA mengajakku untuk menginap di salah satu apartemen yang mereka sewa untuk acara ini. Hanya saja aku lupa menginap dimana. Aku juga sempat memakan beberapa konsumsi yang tidak termakan. Bukannya aku mengemis, tapi sayang juga banyak makanan baik snack box atau nasi box yang masih utuh. Daripada mubazir, jadi aku makan saja. Aku lupa, perjalanan menuju apartemen numpang kendaraan siapa ya…?


Keesokan hari sebelum pulang, aku sempat berjalan-jalan sekitar apartemen. Ada kolam renang dan FamilyMart di sekitar apartemen. Namun, jadwal kepulanganku sudah mepet. Jadi sekitar jam 8 pagi, aku harus pergi meninggalkan mereka. Awalnya Endito juga ingin pulang bersamaku pakai bis. Namun, sudah tidak keburu.

Outdoor LMP

Aku mau mengucapkan terimakasih kepada Richard yang telah membantuku untuk mengakomodasi kepulangan. Serta tim PIUVORIA yang mau menampungku untuk bermalam di apartemen.

Selanjutnya mau cerita apalagi?

Jika memiliki pendapat dan komentar soal tulisan ini, kalian bisa sampaikan lewat halaman kontak atau tinggalkan jejak di guestbook.
Kalau kalian menyukai tulisan ini, kalian bisa trakteer aku kopi ☕ untuk memasak tulisan atau konten selanjutnya.