skip to content
🏡 Gubuk Irushia
Table of Contents

Thumbnail picture by Hal Gatewood created via Coverview

Intro

Belakangan ini, algoritma Youtube-ku dipenuhi dengan tutorial cara membuat web indie semenjak aku mulai belajar HTML dan CSS dasar. Tak jarang, mereka memberitahu dasar untuk membuat laman personal dan melakukan blog tour.

Aku lebih senang melihat video pengalaman seseorang membuat halaman personal. Meskipun bukan oleh ahlinya, banyak orang yang banting setir untuk menjadi programmer setelah belajar membuat halaman personal. Baik itu di web, blog, atau lainnya.

Sebenarnya aku sedikit terlambat mengetahui beberapa komunitas yang membuat gubuk internet atau halaman personal serasa kembali tahun 2000an. Mulai dari web badges, landing pages yang unik, warna yang kontras dan berkonsep, pokoknya mengingatkan kembali pada era Friendster atau blog yang apa saja dimasukkan.

Nekocities dan Nekoweb

Tidak lama setelah aku deploy Astro ke Github dan Vercel, aku menemukan salah satu halaman personal yang cukup keren menggunakan domain dari Neocities. Claude AI sempat memberitahuku soal Neocities dan Nekoweb, ternyata ini merupakan hosting blog halaman personal dengan fitur kustomisasi yang sangat beragam dan keren.

Landing Page Neocities

Neocities terinspirasi dari GeoCities (platform web personal legendaris yang ditutup Yahoo pada 2009) yang bertujuan untuk mengembalikan web kembali ke tangan individual. Dilengkapi dengan hosting HTML/CSS/JS statis gratis, dengan komunitas yang sudah cukup besar dan established.

Landing Page Nekoweb

Sementara Nekoweb merupakan salah satu alternatif dari Neocities, hanya saja terlihat lebih ringan dan lebih niche dibanding Neocities.


Kedua hosting ini sama-sama bertujuan untuk bernostalgia bagi penggemar halaman berbasis Web 1.0, mendorong hand-coded HTML, dan bentuk perlawanan dengan sosial media yang besar dan dikuasai oleh perusahaan ternama.

Meskipun beberapa halaman personal terlihat agak aneh dan terlalu banyak pernak-pernik yang dimasukkan ke dalam halaman mereka, tetapi itu juga hak mereka juga. Begitulah cara bagaimana mereka mengatur halaman personal masing-masing dan mengekspresikan diri melalui tampilan personal yang unik.

Hadeh, coba saja aku lebih cepat mengetahui hal ini. Aku mungkin akan pindah duluan kesini.

Namun, dengan kostumisasi brutal yang mereka lakukan, beberapa halaman terasa lebih berat dan tidak cocok untuk dilihat menggunakan ponsel. Memang keren, tapi buat apa kalau halamannya tidak ramah ponsel. Karena, sebagian besar orang yang mengakses blogku kebanyakan menggunakan ponsel dibanding PC/Laptop.

Jika dipikir kembali

Ketika pertama kali migrasi ke Astro, aku sempat melakukan web surfing untuk menambahkan ini dan itu seperti blog lamaku.

Aku berulang kali berdiskusi dengan Claude AI untuk menanyakan cara menambah berbagai hal di blogku, seperti Letterbird, Guestbook, dan halaman koleksi hingga lupa waktu ketika bergelut dengan coding dan localhost. Selain itu, aku bisa “mencuri” atau menemukan inspirasi apa yang bisa aku ambil atau aku tambahkan di halaman personalku.

Hingga akhirnya aku sempat menemukan artikel menarik ketika melakukan web surfing yang berjudul Halaman Blog yang Jarang Diperbarui oleh Kang Adi.

Memang, mengutak-atik halaman personal itu sangat menyenangkan. Tapi jangan sampai aku lupa untuk mengisi konten di blogku. Karena orang-orang berkunjung ke blogku untuk melihat konten dan isi cerita yang aku sampaikan.

Tidak apa-apa kalau dirasa halamanku ini terasa simpel dan kosong, yang penting kontennya berjalan.

Terkadang, ketika aku melakukan web surfing, aku seketika rendah diri setelah melihat halaman about orang-orang dan memasukkan berbagai proyek yang sedang atau yang telah mereka lakukan. Aku melihat orang membagikan gambar yang dibuat, apa yang mereka kerjakan saat ini, dan lain sebagainya. Rasa ingin berkata when yh kembali mencuat. Semoga saja hidupku bisa segera lebih baik dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Sejujurnya, blogku dengan blog berbahasa Indonesia lainnya memiliki kesenjangan yang sangat tinggi. Sangat jarang blog berbahasa Indonesia berisi catatan harian personal kasual sepertiku, kebanyakan berisi tutorial, review produk, hingga konten yang sudah dimonetisasi. Hal ini menjadi jebakan perbandingan konten. Blog juga tidak luput dari jadi panggung yang dikurasi, apa bedanya dengan sosial media pada umumnya?

Aku lebih senang menjelajahi halaman personal dalam bentuk blog seperti ini dibandingkan scrolling di media sosial. Halaman personal seperti ini seharusnya sangat banyak, hanya saja tempatnya berpencar dan berantakan. Selain itu, kebanyakan halaman yang benar-benar unik di Neocities dan Nekoweb berbahasa Inggris dan jarang orang yang membuat dalam Bahasa Indonesia.

Aku sudah sejauh ini membangun gubuk personalku. Jangan sampai terlarut dan down setelah melihat halaman personal seseorang yang jauh lebih baik.

Selanjutnya mau bahas apa lagi?

Jika memiliki pendapat dan komentar soal tulisan ini, kalian bisa sampaikan lewat halaman kontak atau tinggalkan jejak di guestbook.
Kalau kalian menyukai tulisan ini, kalian bisa trakteer aku kopi ☕ untuk memasak tulisan atau konten selanjutnya.