skip to content
🏡 Gubuk Irushia
Table of Contents

Intro

Ketika kami diundang oleh Pop Ice pada acara di PRJ yang lalu, kami sempat diberi spoiler oleh tim PIUVORIA mengenai acara launching Pump It Up Phoenix 2 yang akan berlangsung pada Sabtu tanggal 11 Juli 2026.

Awalnya aku tidak percaya karena: Pertama, launching Pump It Up Phoenix 2 di Korea Selatan sendiri baru tanggal 9 Juli 2026. Sementara di Internasional baru mulai dirilis pada tanggal 20 Juli 2026 nanti (foto info dari laman PIUgame)

Kedua, ini kalian tim PIUVORIA simulasi Roro Jonggrang kah? Yakali aja persiapan launching kurang dari seminggu? Terus mau diannounce informasi lombanya mau kapan? Nanti lokasinya dimana?

“Udah, tenang aja. Tunggu aja masakan kami. Kita spill lokasi ya, nanti acaranya di Lippo Mall Puri lagi.”

“LMP LAGI?”

“Iya, tapi lokasinya di basement Takeshita Street dekat dengan Ex-GC Element.”

Ketiga, ini acara PIU memang lagi padat banget ya belakangan ini. Mulai dari lomba di 23 Park Semarang, terus acara Pop Ice, nanti launching Phoenix 2. Njir

Karena lomba ini akan diadakan secara “tahu bulat”, maka kategori Freestyle ditiadakan. Hanya lomba kategori speed dengan kategori Intermediate (12-18) dan Advanced (18 ~ over)

“Lu dateng yak, kan udah dapet redacted” kata Epik.

“Iya, iya. Diusahain dateng kok.”

Masalah utama ketika pergi ke LMP adalah lokasinya yang sangat tidak ramah dengan transportasi umum. Apalagi kalau dari Pinang Ranti. Sebaliknya, kalau dari Bandung sangat mudah karena tinggal turun di LMP jika menggunakan Daytrans.


Announcement

Pengumuman acara diberitahukan pada hari Rabu siang tanggal 8 Juli 2026. Banyak orang yang berkomentar kalau acara ini terlalu mendadak. Hingga akhirnya pihak IST pun membuka suara

Yasudah, mau bagaimana lagi. Mengingat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki antusias PIU yang tinggi. Jadi ya… Spesial pake telor

Akhirnya aku putuskan untuk segera mendaftar lomba dengan kategori intermediate advance dan mengisi form yang telah disediakan. Karena sedang di luar dan dekat Alfamart, aku pun segera menyisihkan uangku untuk membayar biaya pendaftaran, biaya naik shuttle, hingga persiapan lain untuk pergi ke Jakarta.

Pendaftaran

Aku tidak mau kejadian ketika launching Phoenix 1 terulang kembali.

Aku sempat bertemu dengan Ryan di BIP, dia bertanya “Nanti launching Phoenix 2 datang ga?”. “Lihat nanti ya, diusahain.” Jawabku.

Aku awalnya diam-diam saja dan tidak memberi tahu anak-anak GPP pada beberapa hari sebelumnya. Tahu-tahu pergi aja nanti.

Latihan Singkat

Sehari sebelum keberangkatan, aku sempat latihan untuk bermain chart single level 18-20. Aku juga sempat bermain bersama Endito. Aku sepertinya memang sedang banyak pikiran dan kurang fit, setidaknya aku latihan saja agar tidak kaget waktu lomba. Meskipun aku sempat mendengar rumor dan membaca peraturan lomba kalau lagu yang ditandingkan ialah lagu-lagu baru di Phoenix 2.

Foto result main dari Dito

Keberangkatan

Aku berniat untuk pergi ke rumah tante terlebih dahulu di daerah Lubang Buaya. Aku juga penasaran dengan rumah tante yang telah selesai dibangun pada awal tahun ini. Tak lupa, mamaku menitipkan oleh-oleh berupa tahu mentah untuk dibawa. Lumayan sambil nyayur juga hehehe

Aku memutuskan untuk pergi setelah Shalat Jumat dan memilih jadwal shuttle pada jam 1 dengan keberangkatan di daerah Cihampelas jurusan Jatiwaringin. Tidak biasanya, satu shuttle penuh terisi semua.

Setelah aku masuk jalan tol, aku segera mengabarkan grup GPP kalau aku berangkat.

Jalan Tol

Aku tiba sekitar pukul 4 sore di Lubang Buaya. Aku menceritakan tujuan kedatanganku dan memberikan titipan dari mama.

Tidak banyak berubah sejak 2 tahun yang lalu Tidak banyak berubah sejak 2 tahun yang lalu

Malamnya, aku sempat berbincang sebentar dengan server NTR di Discord. Menanyakan informasi rute keberangkatan dari Pinang Ranti menuju Lippo Mall Puri. Kemudian aku lanjutkan untuk beristirahat.

Main Event

Setiap kali ke Jakarta, aku selalu mengidam untuk memakan Nasi Uduk untuk sarapan. Hanya saja, semua tempat yang menjual Nasi Uduk tutup semua.

Akhirnya aku berangkat pada jam setengah 7 pagi bersama omku dan diturunkan di Terminal Pinang Ranti dengan koridor 9 yang katanya terkutuk. Ketika diantar, aku sempat membeli Nasi Kuning untuk bekal nanti.

Ketika aku sudah di dalam bis, aku baru membaca pesan dari Nadia mengenai rute pilihan yang harus aku lalui berdasarkan pilihan orang-orang.

Aku putuskan untuk turun di Petamburan dan lanjut menggunakan Mikrotrans. Aku sempat agak meleng dan salah naik menerima ajakan untuk naik mikrotrans non subsidi. Namun aku putuskan untuk berhenti di Pasar Palmerah dan berlanjut naik Mikrotrans bersubsidi. Belum lagi ada insiden earphoneku kabelnya rusak. Hadeh.

Makhluk halus Sambil menunggu mikrotrans, aku sempat didatangi oleh makhluk halus.

Bodohnya aku, ternyata aku salah naik rute. Bukannya naik rute yang arah LMP, namun malah naik yang arah Kebayoran. Karena arah Google Maps yang semakin jauh, aku putuskan untuk turun di pemberhentian terdekat dan memesan ojek online. Aku tiba di daerah LMP lebih cepat dari perkiraan. Sambil menunggu mall buka dan rombongan dari Bandung, aku akhirnya sarapan bekal Nasi Kuning di kursi umum dan sarapan lagi di McDonald’s seberang LMP. Kebetulan disana sudah ada Michael dan Nathan, kemudian disusul oleh rombongan dari Bandung.

Sarapan

Untuk rombongan Bandung sendiri, terdiri dari Han, Dito, Muti, dan Deri.

Akhirnya aku membeli paket Nasi Uduk dari McDonald’s sambil mengisi baterai HPku meskipun menurutku sambelnya cukup pedas. Tak lama kemudian, Elin dan Kiek pun tiba di McD. Aku sempat menanyakan jumlah peserta yang mendaftar ke mereka. Tak disangka, meskipun acaranya mendadak namun jumlah peserta yang mendaftar ada sekitar 85 orang. Dengan peserta kategori Advance sedikit lebih banyak dibandingkan kategori Intermediate.

Singkat cerita, sudah sekitar jam 10 pagi, kami putuskan untuk pergi ke Lippo Mall Puri dan Takeshita Street meskipun sempat salah arah masuk karena sudah lama tidak kesana.

Setibanya disana, kami menyapa anggota tim dari PIUVORIA dan menyapa beberapa orang yang datang sambil menunggu registrasi ulang. Sepertinya aku butuh asupan es kopi, jadinya aku pergi keluar terlebih dahulu. Aku sempat melihat gerobak Kopi Jago di depan McD, namun sudah pergi. Jadinya aku pergi ke Kopi Kenangan dan mampir ke Gramedia membeli spidol putih untuk meminta tandatangan kepada para komposer.

Pendaftaran ulang pun dimulai, setelah mendaftar, peserta mendapatkan benefit berupa saldo bermain 50.000 di Playtopia, snack, dan Poster PIU Phoenix 2. Tidak lama kemudian, acara pun akhirnya dimulai.

MBG

Talkshow & Interview 1: IST bersama Komposer & Pemenang APT

Setelah pembukaan dan sambutan oleh MC, acara dimulai dengan sesi tanya jawab oleh IST, komposer (Cashew, Jehezukiel, dan D_AAN) dan pemenang APT (Rifka dan Willie)

Interview 1

Kemudian dilanjutkan dengan showcase Rifka dan Willie bermain lagu King’s Tomb dan Legendary Dominion. Rifka bermain single 17 dan double 21, sementara Willie bermain single 20 dan double 25. Serta pemberian merchandise kepada bintang tamu berupa AM.Pass bergambarkan maskot Phoenix 2026.

King's Tomb Legendary Dominion

Talkshow & Interview 2: IST bersama Tim Inti Andamiro

Acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab oleh IST dan Tim Andamiro. Mulai dari menjawab pertanyaan yang telah terpilih ketika mengisi form, penjelasan fitur terbaru, dan sedikit sneak peek ke depan selama Phoenix 2 berjalan.

Ketika aku mengisi form pada pendaftaran lalu, aku sempat mengisi kolom pertanyaan. “Apakah kita bisa berbagi konten Rise ketika bermain PIU di Arcade bersama?”. Kemudian mereka menjawab “Bisa.”

Interview 2

Sebelum perlombaan dimulai, diberikan jeda setengah jam. Karena area utama kosong, kami menyempatkan diri untuk berfoto di depan banner Phoenix 2 bersama poster. Tidak lupa, karena belum terlalu sibuk, aku meminta para komposer dan Ve untuk meminta tandatangan untuk posterku. Kebetulan, disana ada Kurorak juga. Meskipun awalnya ia merendah “Loh, aku juga diminta tandatangan?” namun akhirnya ia memberikan tanda tangan untuk posterku.

Aku sempat ingat untuk bertanya ke Jehez, Agam, dan Aan untuk bahan artikelku mengenai Lagu Klasik di Rhythm Game, namun karena kurang kondusif, akhirnya aku batalkan karena tidak kondusif. Padahal Jehez sempat memintaku untuk menyusun pertanyaan yang ingin ditanyakan.

Setelah istirahat selesai, akhirnya lomba pun dimulai. Semua peserta disini sightread memainkan lagu baru yang ada di Phoenix 2.

Fotbar 1 Credit to Andrea

Fotbar 2 Credit to Andrea

Bersama Poster

TL;DR Intermediate:

  • Penyisihan: Crash-Landing Rendezvous Single 13
  • Semi Final:
    • A: Legendary Dominion S16
    • B: 404 (New Era) S16
    • C: Crash-Landing Rendezvous S16
    • D: Digitalis S14 (+ Tiebreaker INFiNiTE ENERZY -Overdose- S16)
    • E: Cynical S16
    • F: OVERNIGHT FLOWER S16
  • Final: Ercitite Single 18

Selama perlombaan, aku dengan Andrea saling bergantian untuk merekam saat bermain. Sayangnya, Andrea harus gugur pada babak semi final.

Penyisihan Advanced

Sebelum bermain, atau ketika penyisihan intermediate, aku sempat bertanya dengan Rifka dan Willie mengenai kondisi pad. Ternyata menggunakan pad pabrik namun tidak separah pada acara Pop Ice dan PIUVORIA Season 2.

Rifka berkata, “Mas, pad yang mesin kiri enak, tapi merah atas P1 agak keras. Pokoknya Mas Irfan main di mesin kiri aja, kalo ga dapet nanti protes aja ke panitia.”

Sedangkan Willie berkata, “Yang mesin kiri enak, tapi mesin kanan agak kurang.”

Peserta Advanced terdiri dari 45 orang, dan lagu yang terpilih adalah…

Blazor Single 18

Sekuel dari lagu lama dengan judul Blazing

BGA Blazor Credit to Siesphere/Andamiro

Chart yang menurutku straightfoward, didominasi oleh run, horse, sedikit twist pada bagian hold dan tambahan bumbu jack. Meskipun level 18, namun akan menjadi perang akurasi.

Pada penyisihan ini, aku bermain dengan Cuyung, Han, dan Agam. Bahkan Cuyung sempat bercanda nyeletuk “Eh, kita ketemu lagi.”

Aku harus menginjak dengan sedikit bertenaga agar tidak miss konyol. Aku sempat waswas dengan bagian jack dan stream yang diakhiri dengan jump, belum lagi ada bagian lagu yang ketukannya berubah.

Meskipun aku agak gugup, namun aku tetap berhasil mendapatkan Perfect Game. Aku, Cuyung, dan Agam mendapat Perfect Game. Karena itu, aku berhasil lolos ke babak berikutnya.

Blazor Result Taken by Andrea

Setelah penyisihan selesai, diumumkan peserta yang lolos dan dilakukan pembagian braket.

Informasi tambahan lagu tiap braket pada babak Semi Final Advanced:

  • A: Unfeliitas S20
  • B: QUATTUORUX S19
  • C: NightTheater S18
  • D: Pull Me Up S19
  • E: We Love Your Step S18
  • F: Digitalis S18

Kemudian, lagu yang terpilih untuk braketku adalah…

NightTheater Single 18

Lagu debut dari wakadori yang berhasil menjadi pemenang dalam kontes “THE BMS OF FIGHTERS XVI: NEO DYSTOPIA”. Lagu dengan genre Jazz-Funk ini terkadang memiliki birama yang berubah-ubah.

BGA NightTheater Credit to UOUO/wakadori/mogami

Pada braket ini, ada aku, Frans, Ian, dan Natnat.

Aku sempat mendengar salah satu peserta di braketku berkata “Ah, S18 gampang, bisa PG ini mah.” Aku pernah memainkan lagu ini di rhythm game lain seperti maimai dan Chunithm. Ketukannya cukup tricky.

Beruntungnya, aku mendapatkan posisi bermain di mesin kiri P1.

Baru saja menekan hold yang diiringi dengan step pada bagian awal lagu, aku mendapatkan great. Hadeh. Namun aku harus tetap fokus dan terus mengejar. Belum lagi bagian bracket dan twist yang lumayan untuk level 18. Hasilnya, aku masih bisa lolos ke babak final dengan 2 great.

NightTheater Result

Karena terdapat masalah dengan pad P1 pada mesin kanan, akhirnya lomba dilanjutkan dengan menggunakan 3 pemain saja dan single only.

Sambil menunggu babak final advanced, aku bersama Muti dan Deri pergi ke Guardian terdekat untuk membeli minum. Aku sempat berkata “Nanti anak-anak GPP mau ga foto bareng sama Macnom?” “Hayu, hayu.” Balas Muti.

Babak final advanced pun tiba, lagu yang terpilih ialah…

Lucky Star Single 20

Lucky Star Anime Credit to Lantis

Aimai san-senchi Sorya puni tte koto kai? Cho!

BUKAN YANG ITU

Lucky Star INFX Credit to LanuBis/Siesphere

Salah satu lagu eksklusif untuk pengguna PIU Rise. Meskipun chart ini terlihat mudah dan didominasi oleh drill dan run, namun jika meleng sedikit bisa buyar. Belum lagi gimmick pelan dan bracket drill rentan mendapatkan non perfect.

Aku sempat kaget dan gugup karena Mile mendapatkan full combo dan 2 great saja saat bermain.

Tiba giliranku bermain, sebelumnya dilakukan gambreng untuk menentukan posisi pad. Hasilnya, aku berhasil menempati posisi di mesin kiri P1. Pada braket kali ini, ada aku, Natnat, dan Rheo.

Aku berhasil menjaga akurasi hingga akhir lagu, namun aku mendapatkan 1 miss pada bagian twist akhir.

Result Lucky Star

Sambil menunggu result pemain selanjutnya, aku memasuki mode harap-harap cemas. Saat ini, aku memegang posisi dua besar.

Aku sempat grogi ketika melihat Agam mendapatkan full combo dan mendapatkan 5 great. Namun, skornya masih berbeda tipis dengan skorku. Jika PIU masih belum mengganti sistem scoring-nya, aku sudah pasti kalah. Ditambah, dedengkot juara APT kemarin seperti Willie dan Al belum bermain.

Setelah seluruh peserta kategori advanced bermain, aku bisa lega karena aku berhasil mempertahankan dan mendapatkan peringkat kedua.

Akhirnya, dendamku pada saat Asia Pacific Tournament kemarin berhasil dituntaskan.


Hasil lomba kategori Intermediate

  1. Hans
  2. Festus
  3. Rheina

Hasil lomba kategori Advanced

  1. Mile
  2. Irfan
  3. Agam

Penyerahan Hadiah

Aku tidak menyangka kalau pemberian hadiah juara kedua akan diserahkan oleh Macnom. Bahkan Macnom sempat membantu posisi pemegangan hadiah. Total hadiah yang didapat berupa piagam, bantal, poster eksklusif PIU Phoenix x PIU Rise, AM.Pass Phoenix 2026, dan voucher Playtopia sebesar 1 juta rupiah.

Pada awalnya ingin foto rame-rame bersama Macnom, jadinya malah sendirian

Penyerahan Hadiah & Foto bersama Macnom Taken by Andrea

Foto bersama juara Advanced Taken by Andrea

Kemudian Macnom mengambil dan membuka posterku, kemudian mengajak seluruh pemenang untuk berfoto sambil memegang poster PIU Phoenix 2 x PIU Rise.

Foto bersama seluruh pemenang, MC, dan IST Taken by Andrea

Foto bersama seluruh peserta Credit to Michael Starlight

Hadiah

Setelah penyerahan hadiah, acara dilanjutkan dengan free play sampai jam 8 malam.

Antrian free play

Aku sempat ingin mencoba bermain, namun ketika aku melihat antrian, aku tunda dulu sementara waktu. Kemudian, geng Discord NTR mengajakku untuk berfoto. Tak lupa, Martin juga mengajak foto bersama dengan pose loss

Foto bersama Penghuni VC Credit to Zakiyya

Loss Credit to Martin

Karena aku jarang ke LMP dan Amazone/Amazing di Bandung kurang menarik, akhirnya aku menjual voucher yang kudapatkan ke Mamat.

Voucher

Mumpung antrian di mesin kanan sepi, aku akhirnya mencoba bermain Phoenix 2. Aku memainkan lagu Dizzy Dance, Street Light Double 24 karena penasaran dengan chart yang unik ini.

Foto ketika bermain Credit to Steven yang diam-diam merekam, maaf grafiknya keren.

Result

After Party?

Aku sempat bingung mencari penginapan untuk bermalam, karena tim PIUVORIA tidak menyewa apartemen untuk bersama. Hilmi sempat membantu aku dan Dito untuk mencari rekomendasi penginapan sederhana untuk tidur. Kalau aku kembali lagi ke rumah tante, lokasinya cukup jauh. Setelah diskusi yang cukup panjang, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa penginapan sederhana di daerah Duri Kosambi. Aku juga sambil menunggu Epik untuk meminta Postcard bergambar Phoenix 2. Setelah meminta postcard, aku berpamitan dan memesan ojek online. Awalnya kami sempat diajak mereka untuk pergi bermain biliar, namun karena barang bawaanku banyak, jadi mungkin next time saja.

Penginapan

TL;DR: NOTHING HAPPENED IN THIS PLACE

Extra

Pada hari Minggunya, Muti mengajak kami ke Taman Anggrek karena diajak oleh Dhimas. Sementara aku mengajak Zakkiya dan rombongannya. Akhirnya kami check out sekitar jam setengah 10 pagi. Aku sempat kesulitan mencari shuttle untuk pulang, namun aku akhirnya berhasil memesan shuttle dengan harga murah dengan virtual pool yang masih satu daerah dengan Central Park pada jam 5 sore.

Sebelumnya Hilmi sempat mengajak kami ke LMP lagi, namun antrian disana pasti ramai, jadi kami pergi ke Central Park saja.

Kami pergi terlebih dahulu ke Indomaret terdekat untuk membeli sarapan. Kemudian berjalan menuju pemberhentian mikrotrans terdekat dan berhenti di Halte Rawa Buaya. Dilanjutkan menyambung ke Transjakarta dan turun di Halte Tanjung Duren.

Central Park

Sambil menunggu mereka di Taman Anggrek, kami berjalan-jalan menuju Central Park dan Central Park 2. Aku penasaran dengan lokasi yang menjadi objek percobaan David Gadgetin ketika review HP. Namun suasana disana sangat ramai karena ada idol PERSES dan pameran dari Thailand.

Central Park venue

Setelah puas berjalan-jalan, kami akhirnya pergi ke Taman Anggrek untuk makan siang. Aku jadi ngidam dengan Doner Kebab. Terakhir aku kesini pada tahun 2022 bersama Xephy. Waktu dulu, aku sering ke Doner Kebab di Istana Plaza sambil melihat orang bermain ice skating.

Doner Kebab

Kami sempat saling chat bersama Tachun, kebetulan mereka sudah berada di Taman Anggrek dan sedang makan di Ramen 1. Setelah makan, kemudian aku membeli es krim IKEA dan pergi ke Timezone.

Aku sedang tidak ingin bermain pada saat itu karena belum isi saldo. Setibanya di Timezone disana ada Yoana, kemudian disusul oleh rombongan anak-anak Revival, Muti, Deri, Natnat, Desmond, dan Claretta. Aku disana hanya mengobrol dan mengisi baterai HPku sambil menunggu shuttle untuk pulang.

Aku sempat mengantuk, jadi aku membeli Kopi Kenangan untuk asupan kopi harianku. Aku juga sempat membeli masker dan air minum.

Oh iya, sempat ada Al dan Rheo juga. Setelah mereka menjemput Natnat, akhirnya mereka berpisah dan memutuskan untuk berjalan-jalan.

Akhirnya, aku harus berpamitan dengan mereka. Sebelum aku pulang, aku mengambil foto di Taman Anggrek dan menghampiri toko Decathlon untuk melihat referensi sepatu.

Taman Anggrek Decathlon

Sambil menunggu jemputan, aku mampir ke Indomaret untuk mengganjel perutku. Namun karena tidak ada yang menarik, jadi aku segera pergi ke lokasi penjemputan shuttle.

Selama perjalanan, aku tidak bisa tidur dan memutuskan untuk menyicil artikel untuk dipublish. Singkat cerita, aku tiba di rumah pada jam setengah 9 malam.

Terima kasih semuanya untuk weekendnya! Shoutout to IMBA & vinafle trip for video documentary!

Bonus Postcard

Jika memiliki pendapat dan komentar soal tulisan ini, kalian bisa sampaikan lewat halaman kontak atau tinggalkan jejak di guestbook.
Kalau kalian menyukai tulisan ini, kalian bisa trakteer aku kopi ☕ untuk memasak tulisan atau konten selanjutnya.